Januari 2020

Padang--Maklumattnews.net--Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) Adakan audiensi "Menolak Turis Cina Masuk ke Sumbar" dengan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Syafar, di ruangan rapat DPRD Sumbar,  Senin (27/01/2020)

Juru bicara FMM Jell Fathullah mengatakan,  kami meminta agar semua turis cina keluar dari sumbar 2x24 Jam dari waktu kedatangan.

Ini bukan masalah rasis, tapi masalah keselamatan masyarakat, dikarenakan mewabahnya virus yang telah banyak menelan korban jiwa dari belahan dunia,  ujarnya.

"Selain itu, kita minta Pemprov SelainSumbar tidak menerima wisatawan asal China sampai wabah corona dinyatakan aman oleh WHO," kata Jell.

Selanjutnya, Jell juga meminta pembatalkan jadwal kedatangan wisatawan asal China berikutnya tanggal 31 Januari 2020.

"Kita juga menolak atau melarang semua impor makanan dalam bentuk apapun dari China", Pungkasnya

"Kami menyatakan kecewa pada Pemprov Sumbar yang telah menyambut kedatangan turis Cina di Sumbar pada (26/01/2020), tuturnya.

"Sangat disayangkan sekali penyambutan yang dilakukan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno kepada wisatawan Tiongkok dengan tari pasambahan" Ungkapnya,

"Yang datang itu bukan tamu pemerintahan, namun turis yang berkemungkinan membawa wabah penyakit. Ini yang sangat kita sayangkan," jelas Jell.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Syafar yang menerima perwakilan FMM tersebut mengatakan akan meneruskan aspirasi tersebut.

"Sebagai lembaga wakil rakyat, kita terima aspirasi ini dan kita teruskan ke Pemprov," katanya. (Ir*)


Padang--Maklumatnews.net-- Warga Muslim Keturunan India Gelar event Tradisi Serak Gulo (tebar gula-red),  merupakan event perdana ditahun 2020

Pelaksanaan Serak Gulo tersebut dilaksanakan di jl. Pasar Batipuh atau tepatnya di depan Masjid Muhammadan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Sabtu sore (25/1/2020).

Dalam kesempatan itu, terlihat ratusan orang tak hanya warga Muslim keturunan India Kota Padang, namun warga lainnya juga ikut mengikuti tradisi tersebut. Sebanyak 8 ton lebih gula pasir yang dibungkus kecil-kecil dengan kain perca berwarna warni itu dibagikan.
Prosesinya ditandai dengan dilemparkannya gula tersebut oleh sekitar 15 orang pria dewasa termasuk pejabat terkait dari atas atap Masjid Muhammadan serta panggung lainnya yang berada di sisi kanan dan kiri masjid. Sebelum tebar gula dimulai, ritual diawali dengan doa bersama, kemudian pemasangan bendera pada bagian atas masjid pada seutas tali dengan panjang 20 meter.

Juga hadir dikesempatan itu Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Wakil Ketua DPRD Padang Arnedi Yarmen, unsur Forkopimda Sumbar dan Padang, pimpinan OPD Sumbar dan Padang serta unsur penting lainnya.

Wali Kota Mahyeldi mengatakan, kegiatan tradisi Serak Gulo ini juga telah menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata Kota Padang. Dimana event tersebut sudah masuk dalam kalender tahunan pariwisata Kota Padang sejak 2018 lalu.

"Kegiatan Serak Gulo ini adalah kegiatan yang unik dan satu-satunya dilaksanakan di Indonesia. Maka itu atas nama Pemerintah Kota Padang, kita sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap semoga terus berlanjut hingga masa-masa yang akan datang," ungkap Mahyeldi dalam sambutannya.

Menurut Mahyeldi, acara serak gulo ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara masyarakat Muhammadan dan seluruh masyarakat Kota Padang.

"Ini menandakan proses akulturasi di Kota Padang sudah terjalin sangat kuat sekali. Dan hal ini harus terus kita pertahankan," imbuh Mahyeldi yang dipanggil "Mamo" atau mamak oleh warga muslim keturunan India di Padang itu.

"Maka itu terima kasih kepada panitia pelaksana serta semua pihak yang mendukung kesuksesan acara ini. Mari kita selalu bahu membahu untuk membangun Kota Padang dan mari kita hadirkan upaya-upaya dan prestasi-prestasi untuk kemajuan pembangunan Kota Padang yang kita cintai ini," tukasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan (HKM) Padang, Ali Khan Abu Bakar mengatakan, tradisi Serak Gulo' oleh warga muslim keturunan India di Kota Padang ini adalah satu-satunya di Indonesia. Dulu kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan di India dan Singapura.
"Tradisi Serak Gulo merupakan perwujudan rasa syukur atas rezeki yang didapat selama setahun ini. Tradisi juga digelar untuk memperingati kelahiran ulama Islam asal India, Shahul Hamid. Dia disebut sebagai orang yang sudah berjuang untuk menegakkan Islam di India dan lahir pada tanggal 30 Jumadil Awal yang diperingati sebagai tanggal gelaran Serak Gulo ini," ungkapnya. (Ir*)

PADANG--Maklumattnews.net-- Pemerintah Kota Padang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus berkomitmen untuk menjadikan Kota Padang menjadi Kota yang tertib, indah, aman dan nyaman untuk dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing, Semua itu buktikan Satpol PP dengan mendirikan beberapa Pos Pelayanan dan Pengawasan di beberapa titik lokasi di Kota Padang.

Alfiadi Kasat Pol PP Padang mengatakan, Pos Pelayanan dan Pengawasan ini baru didirikan di beberapa titik. "Pos Pelayanan dan pengawasan ini merupakan salah satu bentuk pencegahan pelanggaran Perda atau Perkada, seperti pak ogah, anjal, pengemis, gelandangan, anak Punk, serta pelanggaran Perda lainnya", kata Alfiadi Kasat Pol PP Padang, Jum'at (24/01/2020).

Dilanjutkan Alfiadi, untuk jumlah Pos yang akan didirikan belum bisa dipastikan, berkemungkinan Pos tersebut akan terus bertambah. "Untuk menanyakan berapa banyaknya belum bisa kita pastikan, yang jelas disetiap tempat yang kita anggap rawan terhadap pelanggaran Perda, akan kita dirikan Posko serta akan kita tugaskan anggota disana", ucap Alfiadi.

Selain itu Kasat Pol PP Padang, Alfiadi berharap dan menghimbau kepada masyarakat Kota Padang, agar lebih taat terhadap aturan yang berlaku, demi terciptanya Kota Padang yang tertib, aman dan nyaman.

"Kita himbau kepada masyarakat kota Padang, mari taati peraturan yang berlaku, jangan langgar peraturan yang ada, agar kota Padang Kita ini menjadi kota yang tertata dan layak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan Asing", tutup Alfiadi.

Sumber: (Satpol-PP Padang)

Diana Romlah
Aktivis Dakwah, Member Akademi 
Menulis Kreatif

Hari itu sungguh merupakan hari yang bersinar dan merupakan momen yang membanggakan bagi umat Islam. Hari ketika al-Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel pada fajar hari Selasa 20 Jumadil Ula 857 H. Proses pengepungan berlangsung selama sekitar dua bulan.

Ketika memasuki kota sebagai pemenang, al-Fatih turun dari kudanya, berjalan kaki dan bersujud kepada Allah Swt. sebagai ungkapan syukur atas kemenangan dan keberhasilan ini. Kemudian al-Fatih menuju gereja Aya Shofia. Di situ rakyat Bizantiy dan para rahibnya berkumpul. Al-Fatih memberikan jaminan keamanan kepada mereka. Al-Fatih memerintahkan untuk mengubah gereja Aya Shofia menjadi masjid. Ia memerintahkan agar didirikan masjid di tempat makam shahabiy yang agung Abu Ayyub al-Anshari yang termasuk dalam barisan gelombang pertama yang menyerang Konstantinopel dan wafat di sana rahimahullahu wa radhiya ‘anhu.

Begitulah, realisasi bisyarah nubuwwah atau kabar gembira Rasulullah saw. yang ada di dalam hadis beliau dari Abdullah bin Amru bin al-‘Ash  berkata: “Sementara kami ada di sekitar Rasulullah saw. kami sedang menulis, ketika Rasulullah saw. ditanya, “Kota manakah dari dua kota yang ditaklukkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Roma?” Maka Rasulullah saw. bersabda,
 “Kotanya Heraklius ditaklukkan lebih dahulu, yakni  Konstantinopel.”
“Sungguh Konstantinopel pasti ditaklukkan, maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin penaklukkan itu dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan itu”.

Salah seorang guru al-Fatih,  syaikh ‘Aq Syamsuddin Sanqar,  dialah orang pertama yang menanamkan di benak Muhammad al-Fatih sejak kecil hadis Rasulullah saw. tentang penaklukan Konstantinopel. Pemuda itu pun tumbuh besar memusatkan perhatian agar penaklukan itu terealisasi melalui tangannya. Syaikh ‘Aq Syamsuddin mengajarkan kepada Muhammad al-Fatih ilmu-ilmu mendasar berupa  Al-Qur’an, hadis, sunah nabawiyah, dan fiqih. Demikian juga Bahasa Arab, Persia, dan Turki. Sebagaimana beliau mengajarkan sebagian ilmu kehidupan seperti matematika, al-falak (astronomi), dan sejarah. Ini ditambah lagi keberaniannya dalam berburu dan seni berperang. 

Al-Fatih  tajam pandangannya dan tepat penglihatannya. Setiap kali ia melihat adanya celah maka ia selesaikan dengan benar dengan izin Allah. Setiap kali tampak ada halangan, ia hilangkan dengan pertolongan Allah.
Berbagai rintangan dapat ia selesaikan dengan cerdas dan pandai. Seperti membangun benteng di sekitar Konstantinopel untuk berlindung bila diperlukan. Membuat persenjataan canggih  yaitu meriam dengan kekuatan khusus yang dapat membongkar tembok yang dibuat oleh insinyur dari Hongaria. Sampai pada strategi perang yang sangat menakjubkan, yaitu ketika al-Fatih memutuskan untuk meluncurkan kapal melewati bukit Galata yang berseberangan dengan dinding dari sisi teluk Golden Horn. Hal ini membuat kaget musuh ketika pagi menjelang  mereka melihat kapal-kapal kaum  muslim berada di teluk, hati mereka pun penuh dengan rasa ngeri dan terjadilah kemenangan itu.

Pesan menggugah dari Syaikh Atha ‘Abu ar Rasytah (Amir Hizbut Tahrir) pada peringatan penaklukan Konstantinopel. Dilansir  dari Muslimah News.com, 15 Januari 2020.  Beliau berpesan, hal yang bisa diambil dari peristiwa itu adalah¥ mengembalikan ingatan agar setiap orang melihat keagungan Islam dan kaum muslim ketika Islam mereka  terapkan. Ketika itu kekufuran tidak lagi bisa berdiri. Bahkan kebenaran menjulang tinggi dan meninggi layaknya kumandang  azan.

Syaikh juga berpesan agar umat yakin  akan  terealisasi pula tiga kabar gembira Rasulullah saw. lainnya, sebagaimana telah terealisasinya bisyarah nubuwwah atau kabar gembira pertama. Rasulullah saw. telah memberikan kabar gembira dengan penaklukan Konstantinopel, penaklukan Roma, juga bisyarah  lain tentang kembalinya al-Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah.

Sayangnya, kafir Barat bersama dengan para pengkhianat Arab dan Turki telah berhasil menghancurkan al-khilafah pada tahun 1342 H (1924 M). Penghancuran itu dianggap setara dengan penaklukan Konstantinopel dan mengembalikan kekuatan dan kekuasaan kafir Barat yang pernah hilang. Kafir Barat mengerahkan segenap daya upaya agar al-khilafah tidak kembali lagi, dan bisa terus  menjajah negeri-negeri kaum Muslim.
Sebagai pembenaran terhadap hadist-hadist Rasulullah saw., marilah kita memohon kepada Allah Swt. agar memberi kita pertolongan-Nya sehingga kita bisa menyempurnakan ibadah kita. Dan kita layak untuk mendapat pertolongan Allah Yang  Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
 “Pada hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.” (TQS ar-Rum [30]: 4-5)

Perjuangan untuk mengembalikan kejayaan Islam kembali dan menerapkan hukum- hukum Allah secara sempurna tidaklah mudah. Sebagaimana kegigihan dan tekad yang kuat  dari al-Fatih, kita pun patut mencontoh dengan kekuatan keimanan kita dalam  menolong agama Allah, sehingga kita layak mendapat pertolongan dari Allah untuk merealisasikan bisyarah nubuwwah atau kabar gembira berikutnya.

_Wallahu a’lam bish shawab_

Padang--Maklumattnews.net--Misran Pasaribu resmi jabat kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat.

Acara serah terima jabatan pimpinan itu, dilaksanakan di Rumdis Gubernur Sumbar, pukul 13.30, Kamis (23/01/2020)

Misran Pasaribu resmi dilantik menggantikan kepala OJK Sumbar yang lama, Darwisman.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida mengatakan pergantian dan serah jabatan ini perlu dilakukan. "Tidak hanya proses regenerasi di OJK, namun juga sebagian langkah peran penguatan OJK dan menjawab tuntutan stakholder kepada OJK," ungkapnya saat memberikan sambutan pada acara pelantikan kepala OJK Sumbar.

Lebih lanjut Nurhaida menyebutkan bahwa ini bukan suatu pekerjaan yang mudah. "Melalui kepemimpinan baru semoga lahir semangat dan ide baru serta terobosan baru OJK di sumbar," ungkapnya.

Tak hanya itu Nurhaida mengharapkan kebijakan-kebijakan dari pemimpin OJK yang baru tepat sasaran dapat meningkatkan kualitas OJK Sumbar.

Ia menuturkan pada 2019 pimpinan OJK Sumbar sudah melakukan yang terbaik, namun 2020 tugas besar telah menanti. "Semoga dapat memenuhi harapan pemerintah, masyarakat, dan stakholder lainnya," ungkapnya.

Dalam keterangannya Nurhaida mengatakan perekonomian Sumbar di quarter ke tiga telah tumbuh dengan baik, yakninya mencapai 5,16 persen di atas pertumbuhan Nasional yang hanya 5, 02 persen.

Di quarter ke 4 pertumbuhan ekonomi Sumbar sebesar 5,56 persen dan masih sedikit secara nasional karena di Nasional 6,05 persen. Kredit yang diberikan perbankan cukup besar.

Ke depannya OJK mengarahkan perbankan di Sumbar untuk menyalurkan kredit. "Tantangan kepala OJK yang baru bagaimana mensuport hal itu, agar pertumbuhan kredit akan semakin baik dan menggeliat di Sumbar," tutupnya. (Ir*)


Oleh : Yanyan Supiyanti, A.Md
Pendidik Generasi, Member AMK

Miris. Korupsi di negeri ini semakin mengiris hati. Belum selesai satu kasus korupsi, sudah disusul kasus korupsi yang lainnya.

Ada beberapa mega skandal korupsi yang mencuat di permulaan tahun ini. PT Jiwasraya tiba-tiba diberitakan gagal bayar polis asuransi. Penyebabnya, investasi yang dilakukan di bursa saham ternyata mengalami kerugian. Tak tanggung-tanggung, dana nasabah yang hilang akibat dibelikan saham gorengan nyaris mencapai 30 triliyunan. Akibatnya, negara harus siap-siap kena getah. Yakni siap menunaikan hak nasabah, karena bagaimana pun Jiwasraya adalah perusahaan berplat merah.

Kasus yang sama pun menimpa PT Asabri, sebuah BUMN yang bergerak di bidang Asuransi Sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk Prajurit TNI, Anggota Polri, PNS Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan POLRI. Dengan modus yang sama, Asabri ditaksir rugi hingga 10 triliyunan rupiah. Menurut Pengamat BUMN yang juga Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, kondisi tersebut mengindikasikan adanya dalang besar yang berperan dalam menggerogoti BUMN. Mengingat, kasusnya tak hanya satu dua.

Sampai Juni 2019 lalu, tercatat ada 255 perkara korupsi yang pelakunya anggota DPR/DPRD. Sementara 110 perkara lainnya melibatkan kepala daerah.

Menyimak begitu maraknya kasus korupsi, wajar jika banyak pihak yang pesimis korupsi bisa dieliminasi. Apalagi  korupsi terbukti sudah memapar seluruh sisi penyelenggaraan negara di berbagai levelnya. Termasuk lembaga penegak hukum, peradilan, bahkan lembaga penyelenggara dan pengawas pemilu yang bertanggung jawab memastikan Indonesia dipimpin oleh para penguasa dan pejabat yang kredibel.

Indonesia Corruption Watch (ICW) pernah menyebut, bahwa munculnya kasus-kasus korupsi sangat terkait dengan keberadaan para investor atau cukong politik yang bermain dalam setiap momen pemilihan para pejabat negara, termasuk anggota dewan maupun kepala daerah.

Kondisi seperti ini memang niscaya ketika Indonesia mengemban sistem kapitalisme-demokrasi dalam pengelolaan negara. Penguasa dan pengusaha berkolaborasi dalam hubungan simbiosis mutualisme. Yang satu butuh kursi, yang lain perlu kebijakan yamg memuluskan.

Indonesia dikenal sangat ramah terhadap koruptor. Terbukti, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), terpidana koruptor boleh ikut pemilihan kepala daerah.

Sistem kapitalisme-demokrasi lah yang justru menjadi biang masalah korupsi. Sistem yang cacat sejak lahir karena tegak di atas asas sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan dan negara, dan jaminan empat kebebasan yang tak mengenal prinsip halal dan haram, yakni kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan berkepemilikan, dan kebebasan berperilaku.

Inilah yang berbeda dengan sistem Islam, yang tegak di atas landasan keimanan kepada Allah Swt. yang termanisfestasi dalam penegakkan seluruh aturan-Nya oleh negara, serta ditaati oleh individu-individu rakyatnya yang beriman dan bertakwa.

Penerapan aturan Islam secara kafah inilah yang akan menutup celah munculnya kasus korupsi. Karena aturan Islam sejatinya bebas dari kepentingan apapun, dan dalam penerapannya ada jaminan kesejahteraan, keadilan dan keamanan bagi setiap individu rakyat, sehingga tak memungkinkan bagi mereka untuk melakukan kecurangan.

Masyarakat dalam sistem Islam hidup dengan budaya amar makruf nahi mungkar. Sehingga tercipta suasana keimanan yang tinggi, sehingga setiap potensi penyimpangan akan tercegah sejak dini. Jika ada kasus terjadi, maka negara akan menerapkan sanksi tanpa tebang pilih, dengan bentuk sanksi yang dijamin akan memberi efek jera pada pelakunya, sekaligus pencegah bagi yang lain.

Dalam kasus korupsi, sanksinya bisa berupa penyitaan, pemenjaraan, dan dipermalukam di muka umum (tasyhir), dan lain-lain, tergantung kebijakan hakim karena termasuk dalam ta'zir. Yakni, hukumannya diserahkan kepada hakim. Sementara pencurian, diberlakukan hukum hudud, berupa potong tangan jika yang dicurinya sama atau melebihi nilai 1/4 Dinar.

Dengan penerapan aturan Islam secara kafah, maka dijamin tidak akan ada ruang bagi merebaknya keburukan sebagaimana yang terjadi dalam sistem yang tegak saat ini.

Wallahu a'lam bishshawab.[]

Irwan Basir Datuk Rajo Alam, SH. MM Resmi dilantik menjadi Ketua DPD LPM Padang oleh Afrizal, SH. MH, selaku Ketua DPD LPM Sumbar di Palanta Rumdis Wako Padang, Rabu, (22/1/2020)

Pelantikan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah, segenap Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang, Ketua KAN se Kota Padang, pimpinan OKP, Ormas, Keluarga Harapan dan undangan lainnya.

Ketua DPD LPM Padang, Irwan Basyir menegaskan, LPM merupakan mitra pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

"LPM merupakan mitra pemerintah, untuk itu, kami harapkan, pemerintah jangan ada lagi alergi dengan LPM," ungkap Irwan Basyir.

Ia menegaskan, di bawah kepemimpinannya selaku ketua, DPD LPM Kota Padang siap mensukseskan setiap program pemerintah yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk kemajuan Kota Padang.

"Kami siap menghimpun semua potensi yang ada di tengah-tengah masyarakat untuk mendukung kesuksesan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah," tegasnya.

Bahkan, kata Irwan Basir, program kerja yang akan disusun DPD LPM Kota Padang direncanakan sejalan dan mendukung program Pemerintah Kota Padang.

Sementara itu Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan,
atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapkan selamat atas pelantikan ketua dan pengurus DPP LPM Kota Padang masa bakti 2019-2024.

"Muda-mudahan dengan kepengurusan yang baru, maka LPM di Kota Padang akan lebih solit dan kompak sehingga LPM-LPM yang ada dikelurahan akan terayomi secara lebih baik sehingga mampu melaksanakan tugas LPM itu sesuai aturan yang berlaku," jelasnya.

Mahyeldi mengungkapkan, LPM sejatinya merupakan mitra pemerintah disetiap kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Padang. Upaya ini sejalan dengan keingian Pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan visi-misi wali kota dan wakil wakil wali kota padang dalam mewujudkan program unggulan (progul) yang tertuang dalam RPJMD Kota Padang Tahun 2019-2024.

"Untuk itu, tentunya kami sangat berharap eksistensi DPD LPM Kota Padang yang baru sebagai induk LPM dalam mengurus dan mengayomi jajaran anggota dikelurahan. Sehingga program pembangunan - pembanguan di Kota Padang dapat berjalan dengan sangat baik. Apakah itu pembangunan fisik atau yang sifat pemberdayaan masyarakat," harapnya. (Ir*)

Oleh: Rahma Aliifah

Perkawinan merupakan langkah awal dalam membangun sebuah keluarga. Dengan disyariatkan perkawinan, maka terciptalah keturunan manusia akan terus berlangsung dan terus terjaga.

Dalam soal memilih, Islam mendorong laki-laki Muslim untuk menikahi wanita muslim, subur keturunannya dan baik agamanya. Sementara dorongan untuk memilih istri yang subur, atau yang banyak keturunannya adalah dalam rangka menyiapkan seorang wanita sebagai ibu bagi anak-anaknya serta semua kewajiban sebagai istri dengan secara sempurna.

Adapun dorongan untuk memilih istri yang baik agamanya, tidak lain adalah agar istri benar-benar dapat menjalankan kewajiban dengan sempurna dalam menjalan hak suami, hak anak dan menjalankan hak rumah tangganya sebagaimana yang diperintahkan Islam. Dengan begitu, dia akan memberikan pendidikan yang luhur kepada anak-anaknya, dengan kemuliaan dan ketentraman yang didambakan setiap keluarga, hingga terwujud kebahagiaan hakiki.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah dipercayakan kepadanya. Dan seorang ayah bertanggungjawab atas kehidupan keluarganya dan seorang ibu bertanggungjawab atas harta dan anak suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atasnya.” (HR. Bukhari)

Seperti kata orang bijak:
"Ibu bagaikan sebuah sekolah, tatkala engkau persiapkan dia, berarti engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa yang mempunyai dasar baik."

Ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya, darinya anak pertama kali belajar. Karena itu untuk menjadi seorang ibu harus ekstra hati-hati, sebab ibu mempunyai pengaruh yang besar pada anak-anaknya. Ibu yang baik tentu akan melahirkan generasi yang baik. Perkembangan intelektual dan prilaku anak meniscayakan adanya tanggungjawab yang besar pada kedua orangtua, khususnya ibu. Karena dialah yang paling sering berinteraksi dengan anak-anaknya.

Figur ibu merupakan figur teladan bagi anaknya, selain itu, ibu juga merupakan perisai bagi anak-anaknya yang bisa membentengi mereka pengaruh dari luar.

Anak adalah amanah yang dititipkan oleh Allah kepada orang tuanya. Mengasuh dan mendidiknya sesuai dengan kehendak Dzat yang dititipkan, yaitu Allah SWT. Karena mendidik itu suatu kewajiban, bukan pilihan. Rasulullah bersabda:

"Didiklah anakmu dan baguskanlah akhlaknya, dengan mengajarkan kepada mereka olah jiwa dan memperbaiki akhlak."(HR. ad-Dailami)

Memberikan pendidikan akhlak dapat dimulai sejak dalam kandungan. Perilaku ibu saat mengandung bisa memberi pembelajaran awal bagi bayi untuk berakhlak yang mulia. Sejak dini, anak perlu diajarkan dan dibiasakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Jika anak terbiasa dengan perilaku yang buruk sejak kecil, maka akan susah untuk diluruskan.

Penanaman akhlak yang baik perlu dimulai sedini mungkin oleh setiap orang tua. Jangan sampai anak dibiarkan saja tanpa dididik akhlak dan moral yang baik. Rasulullah bersabda:"Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah akhlak mereka"(HR Ibnu Majah).

Dengan akhlak yang baik, maka anak akan tumbuh dengan baik, menghormati orang tua, dan menjalankan perintah dengan baik.
Tidak lupa anak perlu diajar Al-Quran.
Ada 3 hal yang sangat ditekankan Nabi Muhammad dalam mendidik anak, seperti sabda Beliau: “Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara; Mencintai Nabi kalian (Muhammad) mencintai Ahlulbaitnya dan membaca Alquran"

Sebagai orang tua memang mempunyai kecenderungan, agar anak-anaknya menjadi ini atau itu yaitu sesuatu yang dicita-citakan orang tua, bukan sesuatu yang dicita-citakan anak-anak itu sendiri. Bagi orang tua yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana anak-anak mereka menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah. Soal profesi apa, semuanya terserah kepada mereka. Merekalah yang bisa menentukan profesi apa yang mereka pilih, sesuai keahlian dan karakter mereka selama itu tidak merusak kredibelitas keshalihan dan tidak menentang dari syariat Islam.

Semoga kita bisa menjadi orang tua yang amanah dan bijak dalam mendidik anak-anak kita agar menjadi anak yang berakhlakul karimah.

" Aamiin Yarobal'alamin "

Oleh: Yani Rahmawati 
(Aktivis Komunitas Muslimah Peduli Umat)

Saat ini dunia digemparkan dengan kasus pemuda asal Indonesia yang tinggal di Inggris Reynhard Sinaga, yang divonis hukuman seumur hidup oleh pengadilan  Inggris atas kasus pemerkosaan terhadap 159 pria di Inggris, ia adalah anak seorang pengusaha sawit & properti kaya raya, Reynhard mengecap pendidikan tinggi, ia lulusan Sarjana Arsitektur Universitas Indonesia (UI) yang mengambil gelar Master bidang Perencanaan dan gelar Master bidang Sosiologi UI, kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil doktoral di Universitas Leeds, Inggris.
Reynhard Sinaga selalu tinggal di apartement mahal di Manchester.  Karena kehidupan bebasnya Reynhard sering menyambangi klub-klub malam dan bergonta ganti pasangan gay, namun ia tidak bergaul dengan mahasiswa Indonesia.  Reynhard juga enggan pulang ke Indonesia, ia lebih menyukai tinggal d Manchester, Inggris, karena kehidupan disana lebih liberal sehingga ia bebas menyalurkan hasrat seksual yang menyimpang fitrahnya.
Reynhard Sinaga tidak pernah menyembunyikan disorientasi seksualnya selama ia tinggal d Manchester, bahkan ia sering nongkrong di Canal Street and Village Gay.
Jauh sebelum kasusnya ini terkuak ke publik (th 2017), Reynhard sudah menaruh perhatian besar terhadap LGBT, ia sempat menulis Jurnal Ilmiahnya yang berjudul "Sexuality and Everyday Transnasionalism in South Asian Gay and Bisexual in Manchester" untuk keperluan S - 3 di Universitas of Leeds pada tahun 2012.
Pada tahun 2014, Reynhard juga pernah mempublikasikan ulasannya atas buku yang berjudul "Queer Migration Politics, activist, rhetoric, and coalitional possilibilities" hasil penulis asal AS Karma R Chaves.  Buku tersebut menggambarkan hak imigrasi dan keadilan sosial bagi kelompok queer atas mereka yang tidak termasuk heteroseksual.
Hak Asasi Manusia (HAM) selalu menjadi dalih bagi para LGBT untuk memperoleh justifikasi atas perilakunya.  HAM digunakan sebagai benteng untuk melindungi aktivitas menyimpang ini.  Karena HAM menjamin kebebasan individu dalam bertingkah laku.
Dalam pandangan HAM setiap orang bebas bertingkah laku apa saja selama tidak mengganggu kebebasan orang lain.  Mau heteroseksual boleh, homoseksual juga boleh, mau menikah dengan lawan jenis boleh, sesama jenis juga boleh.  Bahkan memamerkan aktivitas homoseksual di ruang publik juga boleh.  HAM telah menumbuhsuburkan perilaku LGBT di tengah masyarakat.  Karena setiap upaya menyelesaikan masalah LGBT akan dituding melanggar HAM.
Dalam masyarakat sekular - liberal yang mengagungkan HAM seperti saat ini tidak ada penyelesaian bagi LGBT.  Meski korban LGBT berjatuhan, namun perilaku homoseksual tidak akan dipersalahkan.  Jika dibiarkan, bisa jadi hingga level seperti kaum Nabi Luth.  Kelestarian manusia tidak akan terjaga, sungguh mengerikan. Kasus Reynhard Sinaga adalah bukti dari bahaya propaganda Kaum Liberal soal LGBT.
Dalam Hadis, Rasululloh SAW bersabda :  "Alloh melaknat siapa saja yang mengamalkan perbuatan kaum Luth, Alloh melaknat siapa saja yang mengamalkan perbuatan kaum Luth, Alloh melaknat siapa saja yang mengamalkan perbuatan kaum Luth" (H. Ahmad, Ibn Hibban)
Perbuatan kaum Luth yang dimaksud adalah perbuatan homoseksual, laki-laki "mendatangi" laki-laki lainnya dari duburnya.  Perbuatan ini dinisbatkan sebagai perbuatan kaum Luth, karena kaum inilah yang pertama kali mempraktekan perbuatan itu yang berakhir dengan kebinasaan.
Di zaman penuh fitnah dibawah naungan sistem rusak demokrasi saat ini kaum muslim dihadapkan pada persoalan genting LGBT.  Di tandai dengan babak baru legitimasi perkawinan sejenis yang disahkan Mahkamah Agung AS yang menjadi kiblat demokrasi saat ini, menjadi jembatan legitimasi pernikahan sejenis, di banyak tempat lainnya di dunia barat.
Islam adalah satu-satunya sistem yang mampu menyelesaikan persoalan LGBT, karena memiliki standard benar - salah yang baku dan sahih.  Kesahihan Islam telah dijamin oleh wahyu.  Syariat Islam memposisikan aktivitas liwath (homoseksual) sebagai perbuatan buruk dan tercela.  Alloh SWT berfirman yang artinya:
"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum kamu (di dunia ini)."  (QST. Al-A'raf 7: 80).
Aktivitas liwath adalah perbuatan haram dan pelakunya berdosa hingga kelak akan diazab Alloh SWT dengan siksa yang pedih di neraka. Namun Alloh SWT Maha Pengampun, memberikan kesempatan di dunia bagi pelakunya untuk bertobat dengan sebenar-benarnya (tobat nasuha).  Salah satu tobatnya adalah dihukum di dunia.  Hukuman ini adalah sebagai penebus dosa, sehingga kelak di akhirat dia termasuk orang yang bersih dari dosa liwath.  Hukuman bagi pelaku liwath adalah hukuman mati.  Hal ini sekaligus sebagai pencegah orang lain meniru perilakunya.
Rasulullah bersabda, "Barang siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya." (HR Tirmidzi dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syekh Al-Albani). Hukuman bagi pelaku Liwath adalah upaya terakhir dari serangkaian langkah edukasi untuk pencegahan.  Khilafah membentuk aqidah Islam yang kukuh di tengah masyarakat melalui pendidikan formal dan dakwah Islam.  Sehingga masyarakat Islam adalah masyarakat yang bertakwa pada Alloh SWT, bukan masyarakat yang mengumbar hawa nafsu.
Khilafah juga menerapkan syariat untuk menjaga interaksi laki-laki dan perempuan, baik sesama laki-laki ataupun sesama perempuan.  Misalnya terkait penjagaan aurat, ada aurat yang tetap harus ditutup meski dihadapan sesama jenis.  Ada larangan telanjang, mandi bersama, tidur satu selimut, menceritakan jima' suami istri dan lain-lain, meski sesama lelaki atau perempuan.  Juga larangan berperilaku dan berpakaian yang tidak sesuai dengan jenis kelaminnya.
Walhasil, negara yang menerapkan Islam Kaffah (sempurna) adalah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah LGBT, yaitu Khilafah. Semoga ini akan mendorong kesadaran masyarakat untuk mewujudkan solusi Khilafah, agar kerusakan akibat LGBT tidak makin meluas.  Semoga Alloh SWT menjaga diri kita, keluarga dan anak keturunan kita dari perilaku keji ini.  Aamiin.  wallahu a'lam bishawab.

Padang--Maklumattnews.net– Pemerintah Kota Padang menyambut baik dengan terus bermunculannya tempat-tempat usaha di Kota Padang. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul sewaktu menghadiri peresmian Usaha Tahu “Tuah Sagantang Saiyo” bertempat di Jln. Kabun Puti RT 01 RW 01 Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Jum’at (17/1/20).

Sekda menyampaikan, usaha tahu Tuah Sagantang Saiyo ini merupakan usaha produktif pertama di Kota Padang. Usaha ini menggunakan bahan bakar “Sekam Padi” yang mana banyak terdapat di kota ini karena merupakan limbah heler padi. “Alhamdulillah dengan teknologi tepat guna, maka Sekam Padi dapat di manfaatkan untuk memasak tahu,” jelas Sekda.

Berdirinya usaha tahu Tuah Sagantang Saiyo diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sehingga mendorong roda perekonomian masyarakat. “Kita tentunya berharap kedepan muncul pabrik lainnya yang dapat mendorong ekonomi masyarakat dan membuka lapangan kerja,” harap Sekda.

Senada dengan itu, Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.IP menyambut baik didirikannya usaha tahu ini. Disamping menyerap tenaga kerja lokal, usaha ini menyangkut pemberdayaan dan ketahanan pangan.“Kita tentunya merasa bangga ada kemauan dari potensi lokal untuk membesarkan sesama. Dan kita akan terus memberikan support sampai mempunyai nilai produk dan mempunyai hak paten pengakuan dari nasional,” ujar Danrem 032 saat meresmikan pabrik tahu tersebut.

Dikesempatan yang sama, Eri Santoso selaku pemilik pabrik menyampaikan ucapan terimakasih kepada Wali Kota Padang yang diwakili Sekda Amasrul dan Danrem 032/Wbr serta tamu undangan lainnya karena telah berkesempatan hadir. “Semoga pabrik tahu ini berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Padang,” harapnya.

Sementara itu Dr. H. Yaacob Bin Sapari yang merupakan sahabat Eri Santoso dan rekan satu kampus di Universitas Putra Malaysia mengucapkan selamat kepada Eri Santoso karena telah sukses berhasil mendirikan usaha tahu tersebut. “Saya kenal Eri Santoso 2004. Hari ini saya datang memenuhi undangan beliau dan menyarankan kepada beliau untuk dibuat juga di Selangor Malaysia, karena hampir 80% yang produksi tahu di Malaysia adalah non muslim,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Dandim 0312 Kolonel Arh. Nova Mahanes Yudha, Kabag Umum Budi Payan, Camat Koto Tangah Syahrul, Danramil 06/Koto Tangah, Babinsa Koramil 06/Koto Tangah, Lurah se Kec. Koto Tangah, dan Masyarakat. (Humas Padang)


Maklumatt.net-Pendiri dan Dewan Pembina Medical Emergency Rescue Committee ( MER-C), Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, meninggal dunia pada Senin (20/1/2020) dini hari pukul 00.38 WIB.
Informasi ini diperoleh dari laman resmi MER-C.
Pria kelahiran Padang, 11 Mei 1963, ini meninggal dunia pada usia 56 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Jakarta Timur, siang nanti.
Sebelumnya, jenazah akan disemayamkan di Pendopo Silaturahim, Jalan Kalimanggis Raya No 90 Cibubur, Bekasi. Selanjutnya akan dishalatkan di Masjid Silaturahim setelah dzuhur.
Dalam keterangannya,  MER-C meminta maaf untuk mendiang Joserizal.
"Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan beliau. Terima kasih atas segala doa dan perhatian dari kerabat, teman, relasi, saudara-saudara seperjuangan selama beliau sakit hingga akhir hayatnya," tulisnya.
Segenap keluarga besar MER-C pun mengiklaskan meninggalnya sang dokter kemanusiaan tersebut. 
"Selamat Jalan dr. Joserizal, Semoga Husnul Khotimah. Selamat menghadap Allah Sang Maha Pencipta yang mencintaimu lebih dari kami," tulis mereka dalam keterangan singkat yang disampaikan.

Tidak hanya keluarga besar MER-C yang berduka, warganet melalui lini masa Twitter juga turut berduka atas kepergian sosok yang banyak mengabdikan dirinya di wilayah konflik ini.
Kata kunci "Joserizal Jurnalis" dan "Innalillahi" menjadi hal yang paling banyak diperbincangkan di Twitter Indonesia pagi ini.
Mereka merasa kehilangan dan turut berduka atas berpulangnya Joserizal. Salah satunya adalah akun @Reiza_Patters.
"Innalillahi wa inna lillahi raji'un.. Semoga almarhum husnul khotimah.. Selamat jalan pejuang kemanusiaan.... Jasa mu abadi...," tulisnya.
Ucapan duka juga disampaikan oleh ribuan akun lainnya. Semua mendoakan agar almarhum mendapat kebaikan di alam selanjutnya atas semua amal kebaikan yang telah dikerjakan semasa di dunia.
Tercatat, hingga pukul 08.30 WIB, sebanyak 4.272 twit dengan kata kunci "Innalillahi" dan 1.881 twit dengan kata kunci "Joserizal Jurnalis" telah dibuat.

Joserizal merupakan seorang dokter yang mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1988 dan PPDS Orthopedi FKUI tahun 1999. (***) 

Oleh: Diana Romlah
Aktivis Dakwah, Member Akademi Menulis Kreatif

Sudah setengah bulan berlalu sejak banjir menerjang warga ibukota Jakarta dan sejumlah kota di Jawa barat, tepat diawal tahun 2020. Sampai saat ini belum berakhir penderitaan para korban. Dampak yang terjadi tidak saja kerusakan materil yang sangat parah tapi juga menelan korban jiwa.  Dikutip dari BBC news, 5 Januari 2020 bahwa kerugian sementara yang diestimasikan melebihi Rp10 triliun, menurut Bhima Yudhistira, peneliti di _Institute For Development of Economics and Finance_ (INDEF). "Yang pertama yang paling dirasakan itu adalah dampak dari infrastruktur fisik, baik rumah-rumah yang rusak ringan maupun yang rusak berat, kemudian juga infrastruktur dari Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat yang terkena dampak karena banyak yang rusak," Dan pembiayaan-pembiayaan infrastruktur tadi relatif memakan biaya yang cukup besar,” ujar Bhima kepada BBC News Indonesia.

Kerugian juga terjadi di sektor aktivitas ekonomi spesifik, termasuk industri. Banyak pusat perbelanjaan yang tutup, sehingga sektor ritel termasuk yang mengalami kerugian yang besar dari estimasi kerugian keseluruhan itu, atau sekitar Rp1 triliun. Sejak air surut di beberapa wilayah mulai hari Kamis (02/01), hanya sekitar 20% dari jumlah pertokoan buka kembali pada akhir pekan. Namun angka kerugian akan terus meningkat akibat sebagian besar toko-toko yang masih tutup. Masih di media yang sama, Kepala Pusat Meteorologi Publik, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Gofisika (BMKG), Fachri Radjab, puncak musim hujan diperkirakan baru akan datang pada pertengahan Januari hingga awal Maret. Sedangkan hujan deras yang di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan masih akan berlangsung hingga pekan kedua Januari. Haryadi Sukamdani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), mengatakan hujan yang ekstrem dikhawatirkan juga akan lanjut menyebabkan kerugian bagi para pengusaha.
Bencana banjir sepertinya menjadi bencana rutin tahunan bagi beberapa wilayah terutama DKI dan Jabar. Dilansir dari KOMPAS.com. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan,  "Pengkajian data historis curah hujan harian BMKG selama 150 tahun (1866 – 2015), terdapat kesesuaian tren antara semakin seringnya kejadian banjir signifikan di Jakarta dengan peningkatan intensitas curah hujan ekstrim tahunan sebagaimana terjadi kemarin pada 1 Januari 2020," kata Herizal lewat keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (3/1/2020). Dia mengatakan, data 43 tahun terakhir menunjukkan, di wilayah Jabodetabek curah hujan harian tertinggi per tahun mengindikasikan tren kenaikan intensitas 10-20 mm per 10 tahun. Curah hujan ekstrim penyebab kejadian banjir berulang. Hal ini seperti yang terjadi pada periode ulang kejadian 2014, 2015, dan termasuk 2020 bila diperhitungkan, menunjukkan peningkatan sebesar 2-3 persen, jika dibandingkan dengan kondisi iklim 100 tahun lalu. Curah hujan ekstrim awal tahun 2020 merupakan salah satu kejadian hujan paling ekstrim selama ada pengukuran dan pencatatan curah hujan di Jakarta dan sekitarnya.

Jika dianalisa tindakan pemerintah untuk mensolusikan serta mengatasi bencana banjir ini tidak paripurna hanya dilihat solusi yang dilakukan hanya pemulihan akibat bencana bukan mencari akar permasalahan sehingga bencana ini akan terus berulang. Seperti yang dikutip dari TribunJakarta.com. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus melakukan koordinasi dengan beragam _stakeholder_ terkait pemulihan pascabanjir untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.. Hal yang sama juga dilakukan gubernur Jawa Barat. Dilansir dari Republika.co.id. Ridwan Kamil menggelar koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar)  dengan pemkab/pemkot terkait tanggap darurat pasca bencana banjir. Menurut Emil, ia akan mereview  solusi teknis di lokasi terkait ada bendungan tepatnya di Karawang  dan Ciawi, di Bogor. Solusi sebatas menghindari dan memulihkan segala bentuk  kerugian secara materi. Inilah ciri sistem kapitalis. Sangat berbeda jauh dengan sistem Islam.

Dalam Sistem Islam, seorang Amir atau pemimpin memiliki kebijakan canggih dan efisien dalam permasalan bencana khususnya banjir, mencakup sebelum, ketika, dan pasca banjir. Hal pertama yang dilakukan adalah mencari akar permasalahan. Pada kasus banjir yang disebabkan karena keterbatasan daya tampung tanah terhadap curahan air, baik akibat hujan, gletser, rob, dan lain sebagainya yaitu dengan membangun bendungan untuk menampung curahan air hujan, curahan air sungai dan lain-lain, seperti bendungan Qusaybah di Kota Madinah. Di masa pemerintahan ‘Abbasiyyah, dibangun beberapa bendungan di Kota Baghdad, Irak di sungai Tigris. Pada abad ke-13 Masehi, di Iran dibangun bendungan Kebar dan banyak  bendungan di bangun dengan berbagai fungsi yang berbeda. Baik sebagai penampung atau pengatur arus air.

Pemimpin Islam  memetakan daerah rawan banjir dan melarang penduduk membangun pemukiman di dekat-daerah tersebut, membangun sumur-sumur resapan di daerah tertentu. Selain beberapa solusi di atas sistem pemerintahan Islam juga menekankan beberapa hal penting lainnya pembentukkan badan khusus untuk penanganan bencana alam, persiapan daerah-daerah tertentu untuk cagar alam. Atau jika ada pendanaan yang cukup, pemerintahan Islam akan membangun kanal-kanal baru atau resapan agar air yang mengalir di daerah tersebut bisa dialihkan alirannya, atau bisa diserap oleh tanah secara maksimal. Dengan cara ini, maka daerah-daerah dataran rendah bisa terhindar dari banjir atau genangan.

Hal yang kedua yang dilakukan adalah sosialisasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan  kewajiban memelihara lingkungan; kebijakan atau persyaratan tentang izin pendirian bangunan. Pembangunan yang menyangkut tentang pembukaan pemukiman baru. Penyediaan daerah resapan air, penggunaan tanah dan sebagainya. Itulah berbagai solusi dari masalah banjir   yang sering dihadapi masyarakat. Tidak hanya itu Islam juga memiliki sistem sanksi yang tegas bagi yg melanggar aturan. Jika pendirian bangunan di lahan pribadi atau lahan umum, bisa mengantarkan bahaya (madlarah), maka Amir  diberi hak untuk tidak menerbitkan izin pendirian bangunan. Ketetapan ini merupakan implementasi kaedah ushul fikih _al-dlararu yuzaalu_ (bahaya itu harus dihilangkan). Negara Islam juga akan memberi sanksi bagi siapa saja yang melanggar kebijakan tersebut tanpa pernah pandang bulu. Pemerintah  akan menetapkan _ta'zir_  berupa  denda, hukuman penjara, atau sanksi lain yang dapat mencegah pelanggaran serupa.

Solusi terakhir yang dilakukan pemimpin di negara Islam yaitu penanganan korban banjir seperti penyediaan tenda, makanan, pengobatan, dan pakaian serta keterlibatan warga (masyarakat) sekitar yang berada di dekat kawasan yang terkena bencana alam banjir. Tidak lupa, pemerintah  akan mengerahkan para alim ulama untuk memberikan taushiyyah-taushiyyah bagi korban agar mereka mengambil pelajaran dari musibah yang menimpa mereka, sekaligus menguatkan keimanan mereka agar tetap tabah, sabar, dan tawakal sepenuhnya kepada Allah Swt. Begitulah solusi Islam atasi banjir dan kebijakan dalam sistem pemerintahan Islam  ini  tidak hanya didasarkan pada pertimbangan rasional tetapi juga nash-nash syara. Dengan kebijakan ini, insya Allah, masalah banjir bisa ditangani dengan tuntas.

_Wallahu A'lam bish shawab_

Oleh: NR Tambunan

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin inilah pribahasa yang mampu menggambarkan kondisi masyarakat miskin di Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura. Mereka menerima Bantuan Pangan Non Tunai berupa beras yang ternyata adalah beras plastik. Beberapa warga bahkan sempat sakit perut dan mengalami diare akibat mengkonsumsi beras palsu ini.
Meski Kepala Dinas Sosial Sumenep sudah menegaskan bahwa supplier beras harus bertanggung jawab (detikcom, 15/1/2020), namun pada kenyataannya masyarakat sudah terlanjur menelan pil pahit.
Di tengah kondisi kemiskinan yang dialami oleh masyarakat, ternyata ada yang tega menarik keuntungan. Menipu rakyat miskin demi meraup pundi- pundi. Rela menari di atas penderitaan orang lain. Sungguh memprihatinkan. Masyarakat yang dalam kondisi terdesak, mana mungkin mampu berpikir jernih. Mereka mau tak mau menerima bantuan yang memang mereka butuhkan itu. Meskipun berakhir nahas.
Beredarnya beras plastik ini menunjukkan betapa lemahnya pengawasan negara terhadap apa yang layak dan dapat dikonsumsi masyarakat. Masyarakat miskin tak punya pilihan selain menerima bantuan apapun dari pemerintah. Padahal bantuan itu sendiri tidak dicek kelayakannya.
Entah supplier atau siapapun yang berada pada rantai pendistribusian beras bantuan tersebut, semestinya mendapatkan ganjaran setimpal atas kelalaiannya. Pemerintah harus menyelidiki penipuan ini dengan serius. Sebagai pelayan masyarakat, sudah selayaknyalah pemerintah memberikan jaminan terselesaikannya kasus ini. Penegakkan hukum dan pengawasan yang maksimal harus diupayakan dengan seksama.
Pemerintah telah berusaha menyelesaikan kasus ini dengan menjalankan perangkat pemerintahan yang ada, Namun dalam upayanya menjalankan fungsinya sebagai pelayan yang mengurusi urusan rakyat dengan baik, berbagai kendala senantiasa menyeruak. Hal ini tak dapat dipungkiri akan selalu muncul apabila perangkat aturan yang ada belum menyentuh akar permasalahan.
Rakyat membutuhkan solusi yang benar-benar dapat menyelesaikan kemiskinan secara tuntas. Bantuan demi bantuan yang bersifat konsumtif harus dihentikan apabila ingin menyelesaikan kemiskinan. Jika tidak, maka justru akan dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab seperti pada kasus beras plastik ini.
Mari kita menilik sejarah pada saat Khalifah Umar bin Khattab menjadi penguasa. Beliau pernah mengangkut dan memasakkan makanan dengan tangannya sendiri untuk seorang ibu dan anak-anaknya yang kelaparan. Berkaca pada Khalifah yang fenomenal ini, kita mendapati bahwa aturan yang diterapkan pada saat Umar menjadi Khalifah berbeda dengan yang diterapkan saat ini. JIka saja pemerintah mau mengikuti apa yang diterapkan oleh Khalifah Umar, maka niscaya permasalahan seperti kemiskinan dan penipuan beras plastik ini akan selesai.
Pemerintah akan mampu menghancurkan semua permasalahan yang ada hingga ke akar-akarnya, pada saat aturan yang diterapkannya tidak lagi mengikuti hawa nafsu manusia.
Allah SWT berfirman:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-A'raf 7: Ayat 96)
Demikianlah janji Allah pada orang-orang yang menerapkan aturan Allah di muka bumi. Jika menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, niscaya keberkahan akan melimpah ruah kepada negeri ini. Wallahualam

Oleh : Hawilawati
(Member WCWH & Revowriter)

---

Dapat kabar dari seorang ibu,  bahwa gadis kecilnya kini sudah memasuki fase baligh, dan ini adalah hari ke-4 ia tidak melakukan sholat dhuha dan zuhur berjamaah di sekolah.

Awal masa special fase baligh dirinya tak membuat para guru ataupun teman-teman dan adik-adik kelas yang biasa bermain bersamanya menjadi sesuatu yang asing. Tersebab fase itu sudah sering kali kami bahas dalam mapel Tsaqofah Islam, Apa itu baligh dan bagaimana anak perempuan harus menghadapinya.

Tak hanya itu saja, pembahasan baligh dan seputar pernak perniknya beserta konsekuensinya rutin dibahas pada saat halqoh kids yang diadakan untuk mereka.

Hari itu seperti biasa kami melakukan KBM di gazebo kecil. Ya kedekatan kami bagaikan seorang ibu dan anak kandung, tiada dinding untuk mendiskusikan apapun yang menarik hati.

Pembicaraan diawali dengan nasihat terhadap gadis kecil itu bahwa jika seorang anak perempuan  jika sudah baligh harus senantiasa menjaga sikapnya, karena setiap amalannya sudah mulai dihisab oleh Allah SWT.

Masa baligh bukan lagi masa
anak kecil yang terkadang masih sesuka hati melakukan sesuatu dan Allah tidak akan menghisabnya.

Sebagaimana hadits Rosulullah SAW bahwa :

_Diangkat pena dari tiga (golongan), orang gila yang hilang akalnya hingga sadar, dari orang yang tidur hingga terjaga dan dari anak kecil hingga bermimpi (dewasa)”_ (HR Abu Dawud 4/140 (dan ini adalah lafal dari Abu Dawud), Ibnu Majah 1/658, Ibnu Hibban 1/356, Ibnu Khuzaimah 4/348)

Lalu gadis kecil itu berkata " Ustadzah, seandainya aku boleh meminta  sesuatu kepada Allah, untuk saat ini aku ingin meminta kepada Allah, agar selamanya menjadi anak-anak, karena menjadi orang dewasa itu sepertinya ribet, banyak sekali aturan yang harus ditaati. Banyak sekali hal yang harus ia lakukan, untuk saat ini sepertinya aku belum siap, aku masih ingin bermain bebas seperti teman-temanku yang belum baligh"

Mendengar tutur katanya, akupun merespon dengan menenangkan dirinya "Masya Allah jadi belum siap neh jadi mukallaf"  padahal mukallaf itu banyak keistimewaannya loh..." Ujarku

"Hemm, apa keistimewaan mukallaf itu Ustadzah"? Tanyanya penasaran

"Mukallaf istimewa dimata Allah, dia akan mendapatkan taklif hukum layaknya manusia dewasa dan yang luar biasanya segala pahala akan ia dapatkan secara sempurna, full pahala, bukankah ini istimewa?"

"Iya Ustadzah, tapi aku takut jika aku masih suka main-main kemudian melanggar syariat Allah dan mendapat dosa, ini yang aku belum siap" Jelasnya kepadaku.

Alhasil akupun menyemangatinya, "setiap manusia baik laki-laki maupun perempuan, cepat atau lambat, mau tidak mau, akan memasuki fase ini. Ini adalah fitrah manusia.Tidak ada manusia satupun di muka bumi ini yang selamanya menjadi anak-anak.

Tugas kita adalah menyambut fase itu dengan sikap yang tepat dan tidak perlu takut. Kamu harus bersyukur karena ayah bundamu, para gurumu telah mempersiapkan dengan ilmu menghadapi masa baligh yang cukup.

Di sekolah memiliki seragam jilbab (gamis), kemudian di rumah ayah bunda juga  faham berpakaian syar'i dan mendukung anaknya berhijab sempurna, kamu juga  memiliki komunitas bermain yang juga senang berpakaian syar'i. Ini adalah nikmat yang harus disyukuri karena memudahkan untuk terikat dengan syariat Allah".

"Iya Ustadzah aku faham itu, namun yang aku belum siap jika keluar rumah harus terus berpakaian syar'i memakai kaos kaki, dan jika berkumpul dengan saudara sepupu laki-laki yang biasanya kita akrab kemana-mana, ini harus tetap memakai pakaian syar'i.

"Seperti itulah syariat Islam nak, dibalik pengaturannya ada maslahat bagi manusia.karenanya kita harus tetap Istiqomah dan ikhlas mentaati walau seakan-akan terasa asing. Semoga kamu bisa ikhlas menerima fase ini, dan Allah maha tahu yang terbaik bagi hambaNya".

---

Itu hanya sebagian kecil kisah gadis kecil yang kini bukan lagi anak kecil lagi karena ia telah memasuki fase baligh. Kehadiran orangtua ataupun guru yang faham tentang fase itu sangatlah dibutuhkan. Agar ananda bisa menjalankan fase ini dengan penuh keikhlasan dan senang hati.

_*Adapun tips agar anak percaya diri menjadi mukallaf:*_

1.Berikan maklumat sabiqoh sebanyak-banyaknya tentang keistimewaan hukum syara bagi mukallaf.

2.Kisahkan para shabiyyah Rosulullah tatkala memasuki usia baligh.

3. Ikut sertakan ananda dalam komunitas taqwa yang disana akan menemukan teman-teman selevelnya dan ia merasa tak sendiri dalam masa balighnya

4.Ikutkan kajian intensif setiap sepekan sekali (halqoh) untuk memperkaya Tsaqofah Islamiyyahnya dan pemahaman hukum syara.

5.Jangan pernah putus doa ayah bunda untuk anandanya agar ia semakin percaya diri, ikhlas dan menyenangkan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

Semoga bermanfaat

Oleh : Yuliyati Sambas
Penulis Bela Islam, Komunitas Parrenting Ummahat Tangguh


Saat ini khasanah ilmu pengasuhan (parrenting) itu demikian banyak. Mulai dari yang bernuansa liberal, sekuler, hingga Islami.

Masing-masing orangtua kini tentu dapat memilih mana pola pengasuhan yang dirasa tepat untuk diberlakukan pada buah hati mereka. Namun demikian bahwa setiap pola pengasuhan tentu menghasilkan konsekuensi tersendiri dari output berupa perilaku dan cara pandang anak yang ada dalam pengasuhannya.

Sebagai umat Islam, tentu memiliki arahan tersendiri terkait bagaimana seharusnya sebagai orangtua mengasuh dan mendidik anak-anak. Anak dipandang sebagai amanah dari-Nya yang wajib untuk diurus, diasuh, dan dididik berdasarkan kaidah Islam.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. at-Tahrim ayat 6)

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Abah Ihsan, sebagai salah satu pakar parrenting bahwa anak itu ibarat hardware, sementara yang mengisi software anak itu adalah ayah dan bundanya. Teori ini banyak didukung oleh ahli parrenting lainnya.

Adapun software Islam yang wajib diinstal dalam benak anak di antaranya adalah:

1. Aqidah
Adalah sebentuk keyakinan akan perkara-perkara ushul (akar) dari agama.

Hal ini menjadi pondasi yang akan mengarahkan bangunan keyakinan dan cara pandanganya di kemudian hari kelak ketika mereka dewasa.

Mengenalkan terkait dengan keberadaan Allah. Bahwa Dia adalah Al-Khaliq yang menciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, manusia, dan kehidupan.

Dikenalkan pula terkait dengan para malaikat Allah beserta tugas-tugasnya. Berikutnya pengenalan kitab-kitab suci yang Allah turunkan kepada hamba-Nya sebagai wujud kasih sayang bagi makhluk agar tak tersesat menjalani kehidupan.

Tak lupa dikenalkan juga pada para nabi dan rasul sebagai penyampai ajaran dari-Nya.

Bahwa kehidupan dunia adalah sementara dan kelak semua yang hidup akan dipertemukan dengan hari kiamat. Maka wajib diingat terkait bekal apa untuk menghadapinya.

Dan yang terakhir adalah diajarkan bahwa selaku makhluk, semua orang termasuk ayah, ibu, anak-anak wajib meyakini terkait adanya qadha dan qadar. Baik buruknya berasal dari Allah. Sebagai makhluk wajib untuk senantiasa berserah diri padanya. Dan Allah mustahil menzalimi mahluk-Nya degan qadha dan qadar tersebut.

2. Syariat Islam
Bahwa selain sebagai Al-Khaliq, Allah pun memiliki sifat Al-Mudabbir. Artinya bahwa Allah itu Maha Pengatur, dimana Dia menciptakan makhluk disertai dengan aturan yang membersamainya.

Aturan-Nya atau dengan bahasa lain syariat Islam diturunkan oleh Allah dalam rangka membentengi manusia dari perkara yang dapat membinasakannya.

Setiap potensi manusia berupa hajatul 'udhawiyah (kebutuhan dari fisiknya), seperangkat gharizah (naluri), dan akal tentu membutuhkan pengarahan pada saat memenuhinya.

Bahwa setiap perbuatan terikat dengan hukum syara yang lima (ahkamul khamsah). Berupa syariat wajib, sunah, makruh, haram, dan mubah. Kelimanya ini akan mempermudah manusia untuk memilih prioritas perbuatannya.

3. Ikhlas
Perkara ikhlas termasuk software yang wajib untuk diintsalkan pada ruang kosong akal anak. Betapa perbuatan baik yang diarahkan karena mengharap rida Allah semata akan menjadi asas bagi manusia untuk menjalani aktivitas kebaikannya.

Namun demikian, bahwa dalam proses penginstalan software kehidupan di atas ada demikian banyak virus membersamainya. Hal ini mengharuskan para ayah bunda untuk memahami juga terkait apa dan bagaimana menangkal atau bahkan mendelete virus software kehidupan pada benak anak.

Padang--maklumattnews.net--Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) kota Padang sejak memperingati Hari Santri Indonesia 2019 lalu hingga kini terus menggulirkan program Beras untuk Santri Indonesia atau di singkat BERISI. Program bantuan bahan pokok pangan berupa beras ini di salurkan ke pondok pesantren yang santrinya di asramakan dan pada umumnya pesantren yang tidak pungut biaya pendidikan untuk santrinya terutama santri yatim piatu, dhuafa dan prasejahtera.

Sejak di launcing pada hari Santri lalu hingga kini program BERISI ini terus memberikan kebahagiaan bersama santri yang ada di Indonesia, khusus kota Padang dan daerah Sumatera Barat lainnya ada sekitar 6 pondok pesantren yang sudah menerima manfaat program ini dan ini akan terus menjangkau pondok pesantren yang ada di daerah Sumatera Barat.

“Program BERISI ini akan terus kita perluas kebermanfaatannya bagi santri kita yang ada di pondok pesantren yang ada di Sumatera Barat karena masih banyak Pesantren yang tidak memungut biaya untuk santrinya dan tentu saja mereka butuh support kita untuk menjaga kebutuhan pokok santrinya terutama beras sehingga santri bisa lebih fokus dalam belajar” Ujar Aan selaku Program ACT Padang, Kamis (16/1/2020).

Hari ini program BERISI di implementasikan di pondok pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Alfalah yang menampung santri sebanyak 442 santri dan 30 orang pengurus. Pesantren ini tidak memungut biaya sama sekali bagi santrinya yang prasejahtera, yatim piatu dan Dhuafa. Kecuali jika ada santri yang mampu dan donatur yang ingin menjamin santri tersebut.

“Alhamdulilah ini kali ke-2 program BERISI ACT-MRI ini di salurkan di pondok pesantren kami. Dan sebelumnya juga banyak program baik ACT di salurkan ke kami. Santri kami sangat banyak sekali dan itu semua untuk kebutuhan pokok seperti beras sangat-sangat butuh sekali dalam jumlah banyak sehingga dengan adanya program BERISI ACT-MRI ini sangat meringankan beban kami. Bahkan pada tahap pertama BERISI ini di salurkan di pesantren ini, waktu itu kami benar-benar kehabisan beras dan kami bingung mencari solusinya seperti apa tapi alhamdulillah Allah kirim orang-orang dermawan melalui program BERISI ACT-MRI sehingga santri kami bisa makan dengan baik lagi” ungkap Buk Lisa selaku Humas Pondok pesantren Perkampungan Minangkabau Shine Alfalah.

Program BERISI ini tentu saja akan terus berjalan dengan dukungan sahabat dermawan semua maka untuk itu bagi kita yang ingin memberikan kebahagiaan untuk santri yang ada di Indonesia ini bisa ikut berpastisipasi melalui Rekening Aksi Cepat  Tanggap BNI Syariah 8660 2910 1910 0148 atau bisa langsung antar ke kantor yang beralamat di Jln. S. Parman No. 170 C, Ulak Karang Selatan, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat.


Oleh: UqieNai
Penulis Bela Islam dan Alumni Bfw 212

"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR. Ahmad)

"Penakluk Konstatinopel." Entah kata apa yang harus kuuntai untuk menggambarkan betapa heroiknya dirimu. Kisah perjuanganmu senantiasa terukir indah dengan tinta emas peradaban nan gemilang. Ini bukan kali pertama kisahmu menjadi konsumsi publik. Namun saat ini, di awal tahun 2020 Masehi, kisahmu begitu mengharu biru. Melihat ilustrasi perjuangan serta sejarahmu yang memukau seakan baru hari ini engkau ada. Hadir di tengah kaum muslimin yang haus 'kemenangan.' Setiap desahan nafas dan gerak jemariku selalu teriring isak berwujud butiran kristal di pelupuk mata. Harus berulangkali kuseka hingga jemariku bisa menggoreskan kata demi kata tentang sosokmu, keshalehanmu, kesungguhanmu serta kegigihanmu.

Kisahmu bukanlah sejarah masa lalu tapi inspirasi di masa depan. Kini dan seterusnya. Keikhlasan serta keimananmu mewujudkan sebuah keberhasilan nyata di saat orang lain menuduhmu 'gila.' Jiwa mudamu tak sedikitpun menggeser sebuah asa dan cita-cita menjadi sang penakluk. Penakluk untuk negeri yang sulit dibebaskan dari penyembahan kepada makhluk. Konstatinopel.

Allah dan RasulNya pastilah memiliki skenario indah atas segala peristiwa. Allah Maha Mengetahui dengan ucapan shahih kekasihnya Muhammad Rasulullah berupa bisyarah (kabar gembira) bagi orang yang layak mendapat nashrullah. Siapa sosok panglima dan pasukan terbaik yang mampu membebaskan Konstatinopel adalah hal yang pasti, meski harus dilewati 7 abad lamanya. Bahkan sebelum dan sesudah kehadiranmu tak satupun yang mampu menggempur benteng kuat Konstatinopel, terlebih "tanduk emas" yang sulit diterjang. Inilah yang selalu tertanam dalam jiwa dan ragamu atas gemblengan sosok sang guru penyabar, tegas juga penyayang.

Akhir hayatmu kau tutup dengan karya menakjubkan. Kau tinggalkan dunia dengan mrmbawa amal shalih bak intan permata. Siapapun yang mengenangmu tak bisa mengingkari bahwa engkau adalah Sang Penakluk Konstatinopel, Muhammad al Fatih (Mehmed II).

Mirisnya, Konstatinopel (Istanbul) saat ini tak seindah dan segemilang di masamu. Semangat jihad dan perjuanganmu masih terkunci rapat di lubuk sanubari. Masih banyak kaum muslimin terlena, membiarkan diri mereka diinjak-injak penjajah dalam naungan kapitalis sekular. Perlu waktu dan proses panjang untuk menyadarkan serta membangkitkan semangat juang itu hadir kembali, meski tak sepanjang penantianmu. In syaa Allah.

Engkau adalah pemuda yang ditunjuk Allah dan Rasulullah Saw menyambut bisyarah jatuhnya konstatinopel ke tangan kaum muslimin melalui komandomu. Sementara kami, saat ini sedang menyongsong matahari terbit atas gelap gulitanya kehidupan sejak tahun 1924 M oleh Kemal at Taturk laknatullah.

Keyakinan kami sama besarnya dengan keyakinanmu. Bisyarah takluknya Roma dan wa'dullah tegaknya al khilafah rasyidah ala minhajj an nubuwwah akan segera teraih adalah rahasia Allah. Kapan tepatnya itu terwujud, hanya Allah yang mengetahui, yang terpenting adalah upaya dan keistiqamahan agar janji dan bisyarah itu segera hadir. Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِى الْاَ رْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا ۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـئًــا ۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

"Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kalian yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. An-Nur 24: Ayat 55)

Penaklukan pertama (Konstantinopel) telah berhasil direalisasikan melalui tangan Muhammad Al-Fatih al-‘Utsmani. Seperti yang telah diketahui, penaklukan itu terealisasi setelah lebih dari delapan ratus tahun sejak kabar gembira itu disampaikan oleh Nabi saw. "Dan pembebasan kedua (yaitu penaklukan kota Roma) dengan izin Allah juga pasti akan terealisasi. Sungguh, beritanya akan anda ketahui di kemudian hari. Tidak diragukan juga bahwa realisasi pembebasan kedua itu menuntut kembalinya Khilafah Rasyidah ke tengah-tengah umat Muslim.” (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, jld. 1, hlm. 33, no hadits. 1329)

Perjuangan kami bukan semata-mata untuk menaklukkan Roma, tetapi untuk menaklukkan ide dan tsaqafah penjajah yang membenam di benak umat agar segera terusir. Penaklukkan tak akan mungkin terealisasi manakala kaum muslimin masih ada dalam bayang-bayang ideologi kufur atas nama patriotisme, nasionalisme, pragmatisme, juga hedonisme. Semua itu adalah keturunan dari kapitalisme liberalis sebagai perusak syakhiyah islamiyah (kepribadian Islam).

Dengan demikian, api semangat jihadmu akan senantiasa memanaskan hati-hati kami untuk terus berjuang, bersungguh-sungguh meraih tegaknya institusi Islam sebagai solusi solutif futuhat tsaqafah (penaklukkan/pembebasan pemikiran) dan wilayah akan segera ada dipangkuan kaum muslimin. Supaya kesempitan hidup beserta kezaliman thagut secepatnya berakhir. Wallahu a'lam bi ash Shawab



Oleh : Yuliyati Sambas
Pegiat literasi Komunitas Penulis Bela Islam

20 Jumadal Ula 857 H adalah saksi bahwa bisyarah nubuwwah (kabar gembira kenabian) itu nyata. Kala itu seorang sultan yang memiliki keyakinan penuh akan janji Allah, juga pada kabar yang senantiasa disampaikan oleh junjungan teladan utamanya yakni Rasulullah Saw. telah berhasil membuktikan kepada dunia terkait bisyarah indah dari kekasih-Nya. Rasulullah saw pernah bersabda berabad sebelumnya,

“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR. Ahmad)

Sekitar delapan abad lamanya sejak Rasulullah bersabda terkait bisyarah tersebut kaum muslimin senantiasa bersemangat dalam mewujudkan dan meggenggam apa yang dikabarkan oleh Nabi Saw. Hingga Allah mengabulkan impian umat Islam tersebut melalui kepemimpinan Sultan Muhammad al-Fatih, pemimpin ketujuh dari Daulah Utsmaniyah. Sejarah menceritakan bahwa Muhammad al-Fatih adalah seorang yang saleh. Sedari kecil ia senantiasa mendapat gemblengan dari sisi aqliyah (pola fikir) dan nafsiyah (pola sikap) Islamiyah yang lurus. Bahkan sejak balig sejarah mencatat bahwa al-Fatih tak pernah meninggalkan setiap kewajiban sebagai hamba dan senantiasa bersemangat dalam menjalankan ibadah dan syariat yang sunah. Setelah diangkat menjadi sultan, al-Fatih langsung melanjutkan cita-cita yang senantiasa diimpikan oleh para pendahulunya untuk terjun langsung dalam penaklukan Konstantinopel.

Kemenangan atas kaum muslimin untuk menduduki Konstantinopel menjadi bagian dari wilayah yang berada di bawah pangkuan Islam pun pada akhirnya terjadi dalam dunia nyata. Melalui pintu Edirne, pasukan Sultan Mehmet II (Muhammad Al-Fatih) berhasil membebaskan Konstantinopel dari tangan kaisar Constantine XI Paleogus. Sebelumnya ia telah sempurnakan teladan dari kekasih-Nya yang mulia dengan mengirimi surat berupa ajakan dan pengenalan terhadap syariat Rabb semesta alam atau menyerahkan Konstantinopel secara damai. Namun penguasa Konstantinopel saat itu menolak kedua opsi tersebut dan lebih memilih untuk berperang. Maka meletuslah peperangan yang dalam catatan sejarah terjadi demikian heroik.

Jika merunut sejarah, di saat Rasulullah mengabarkan terkait berita gembira tersebut, saat itu kaum muslimin tengah berada pada posisi genting. Mereka sedang harap-harap cemas dalam mempersiapkan parit sebagai strategi untuk menghadapi pasukan koalisi Bangsa Quraisy pada peperangan Ahzab.

Lalu dalam riwayat lain, salah seorang sahabat Nabi, Abu Qubail bercerita, “Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya, ‘Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Roma?’ Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Lalu ia berkata, ‘Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau ditanya: ‘Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Roma?’ Rasul menjawab, ‘Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.’ Yaitu: Konstantinopel’.” (HR. Ahmad, ad-Darimi dan al-Hakim)

Merujuk pada hamparan sejarah betapa bisyarah pertama berupa kemenangan kaum muslimin atas Konstantinopel telah dizahirkan dengan sempurna di masa Sultan Muhammad al-Fatih. Maka berikutnya tentu sebagai kaum muslimin dengan kekuatan iman yang penuh akan bertanya ‘tak rindukah kita dengan bisyarah Rasulullah Saw. yang kedua?’ berupa dibebaskannya kota Roma. Ini tentu menjadi pemantik semangat bagi kita kaum muslimin yang hidup di masa kini, dimana Roma pada faktanya hingga kini sepenuhnya belum berada di bawah kekuasaan Islam.

Meski kita sadari bahwa kini kaum muslimin tengah berada di posisi yang sangat jauh dari kemuliaan. Karena ketiadaan junnah (perisai) sebagai pelindung yakni kepemimpinan khilafah Islam. Umat berada pada posisi bercerai-berai. Teracuni oleh virus yang bernama nasionalisme yang dijajakan oleh para penjajah Barat. Untuk menghancurkan kekuatan umat, hingga menjadikan kaum muslimin tak memiliki kekuatan untuk meraih bisyarah indah dari kekasih-Nya.

Namun kembalilah pada kekuatan iman, yakinlah sepenuh hati, betapa dahulu pun bisyarah pertama berupa terengkuhnya Konstantinopel dalam dekapan Islam telah terbukti demikian gemilang. Maka kini saatnya kita, kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia untuk meraih bisyarah kedua yakni tergenggamnya Roma. Tentu dengan mengupayakan terlebih dahulu tegaknya institusi pemersatu umat. Dalam rangka mengerahkan semua potensi kaum muslimin untuk meraih bisyarah yang dirindu. Ia adalah Daulah Khilafah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah. Sebagaimana firman Allah,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Artinya: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur ayat 55) 

Melalui janji-Nya (wa'dullah) yang mustahil tersalah dan bisyarah nabi-Nya kita raih kemenangan berupa tegaknya Daulah Khilafah Rasyidah. Yang dengannya Islam dan kaum muslimin akan meraih kemuliaan di dunia hingga akhirat.

Wallahu a’lam bi ash-shawab


Painan-- maklumattnews.net--Sebagai salah satu bentuk kepedulian anggota koramil 01/0Pc.Soal Kodim 0311/Pessel kepada warga dan lingkungan didaerah binaan,babinsa tidak pernah bosan untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat.

Sepertu yang sedang dilakukan oleh Kopda Guspriadi Syam saat datang dan bersilaturahmi dengan warga binaan disebuah warung kopi di kecamatan pancung soal kabupaten pesisir selatan,pada Selasa (14/1/2020).

Sambil menikmati secangkir kopi,Guspryadi Syam menyebutkan Komunikasi Sosial merupakan wadah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat yang ada diwilayah binaanya.

"Dengan Komsos kita dapat mengetahui permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita,baik itu masalah pertanian,masalah keamanan kampung,kenakalan remaja,serta mencari soslusi sebagai langkah antisipasinya,"sebutnya".

"Terlebih lagi masalah keamanan kampung kita ini,semua elemen masyarakat harus kompak dalam menjaganya,tidak saja hanya menjadi tugas aparat,"tambahnya".

Selain itu,ia juga mengajak seluruhnya agar tetap menjalin komunikasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah nagari,bhabinkamtibmas,dan juga babinsa.

"Apabila ada hal yang mencurigakan yang ada dikampung ini agar segera dilaporkan kepada kami agar dapat dilakuoan langkah antisipasi,"tutupnya".
(Pendim 0311/Pessel)


Kota Pariaman -Peran kader PKK sangat penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, mulai dari tingkat Desa dan Kelurahan, Kecamatan sampai tingkat Kota Pariaman.

"Apalagi dalam salah satu misi daerah yang kami usung adalah, Revitalisasi PKK, dimana PKK sebagai garda terdepan dalam melaksanakan program dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat", ujar Genius Umar ketika memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Capacity Building Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pariaman, bertempat di Pantai Kata, Desa Taluak, Sabtu (11/1/2020).

Genius Umar juga mengharapkan kepada para kader PKK yang mengikuti capacity building ini, paham betul dengan apa yang dimaksud dalam acara ini, dimana selain meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari para kader, juga meningkatkan kebersamaan dan kekompakan dari PKK itu sendiri.

"Kader PKK mesti pro aktif dalam melihat dan melaksanakan program yang ada dari setiap OPD, baik di Dinas Pertanian, Dinas Koperidag, Dinas Perkim LH, Dinas Sosial atau kegiatan di Dinas lain, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga Revitalisasi yang kami inginkan dapat tercapai", tukasnya.

Lebih lanjut lulusan S3 IPB ini juga menjelaskan bahwa dengan adanya misi Revitalisasi PKK ini, nantinya akan tercipta keselarasan dan sinergitas pembangunan antara pemerintah dengan PKK, dan kesemuanya itu adalah untuk kesejahteraan masyarakat, ucapnya.

"Kepada Kader-Kader PKK Kota Pariaman, harus bisa menjadi pemandu jalan, mengajak, merangkul, serta mengajak ibu-ibu yang lain di desa dan kelurahanya masing-masing, untuk mengambil bagian dalam upaya pembentukan manusia indonesia yang unggul, sehingga SDM yang unggul yang kita ciptakan pada saat ini, akan menjadi kekuatan besar bangsa ini kedepanya", ungkapnya.

"Kami juga menghimbau melalui kader PKK, hendaknya memiliki cara pikir dan cara pandang yang jauh kedepan, dengan cara memanfaatkan setiap peluang melalui potensi yang dimiliki. Dengan begitu, kita akan bisa mandiri, kreatif serta inovatif, sehingga bisa menghadapi segala tantangan yang ada", tutupnya.

Ketua TP PKK Kota Pariaman, Ny. Lucyanel Genius Umar mengatakan bahwa PKK adalah Mitra Kerja Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan, yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing – masing jenjang demi terlaksananya program PKK.

"Salah satu bentuk kepedulian TP PKK adalah adanya kelompok dasawisma dan posyandu, yang merupakan kader PKK yang sangat potensial yang ada diakar rumput", ulasnya.

"Capacity Building ini kita lakukan dalam rangka peningkatan SDM Pengurus TP PKK, baik dari tingkat Kota Pariaman, Kecamatan sampai Desa dan Kelurahan. Selain itu juga untuk menjalin kekompakan dan silaturahmi para kader dengan pengurus PKK Kota Pariaman", tuturnya mengakhiri. (J)


Parit Malintang-mk.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat kembali menggali usia daerah karena berdasarkan informasi yang diperoleh beberapa waktu lalu usia daerah itu sekitar 400 tahun bukan 187 tahun.

"Kami masih menggali informasi ini melalui salah seorang putra daerah yang berada di Belanda," kata Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni saat sambutan pada rapat paripurna Hari Ulang Tahun daerah itu ke-187 di Parit Malintang, Sabtu.

Ia mengatakan dari informasi tersebut bahwa dulu daerah itu bernama kabupaten samudra dengan wilayahnya dari Lunang Silaut sampai ke Pasaman Barat.

Sedangkan kantor pemerintahannya, lanjut yaitu di Kantor Bupati Kabupaten Padang Pariaman lama yang terletak di Kota Pariaman yang saat ini menjadi bangunan bersejarah.

Untuk mendalami informasi tersebut, kata dia seorang putra Kabupaten Padang Pariaman yang sedang mengajar di Universitas Leiden Belanda diminta untuk membuktikan informasi itu.

"Jika informasi itu terbukti maka kami akan buat peraturan daerah (Perda) untuk mengubah usia Kabupaten Padang Pariaman menjadi 400 tahun," katanya.

Ia menyampaikan apabila informasi terbukti dan Perda tersebut dibuat maka Padang Pariaman akan menjadi kabupaten tertua.

Menurutnya mendalami usia Kabupaten Padang Pariaman tersebut perlu dilakukan karena merupakan sejarah daerah yang tidak dapat dilupakan begitu saja.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan untuk menentukan lahirnya suatu daerah harus ditentukan dahulu apakah berdasarkan pemerintahan atau daerah.

Ia menyampaikan jika Kabupaten Padang Pariaman menemukan bukti usianya mencapai 400 tahun maka dirinya berharap dapat didukung bersama-sama.

Namun lanjutnya, ulang tahun merupakan evaluasi pencapaian kinerja mulai dari pelayanan, peningkatan ekonomi masyarakat melalui pembangunan, dan memperbaiki mental sipiritual warga terutama generasi muda(antara)


Aceh Singkil, MN
Dulmusrid Bupati Aceh Singkil, gelar mutasi tujuh pejabat kepala dinas Jumat (10/1/2020).
Pejabat yang dimutasi diantaranya, Edi Hartono menjadi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Malim Dewa Kepala Dinas Perhubungan. Faisal  Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian UKM dan Koperasi.

Selanjutnya Faisal menjadi Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian UKM dan Koperasi. Azman menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Jarudin Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan.
Berikutnya Edi Widodo jadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik. Aidil Yudi Irawan jadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Dulmusrid mengingatkan, kepada bawahannya yang memperoleh jabatan baru agar meneruskan program baik yang telah dijalankan pejabat lama. Bekerjalah dengan baik. Bila bobrok akan kita evaluasi bila ada program baik lanjutkan," ujarnya. (R)


Sawahlunto-MK.com - Peningkatan jumlah pembeli dan penambahan fasilitas menjadi langkah Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto sekarang ini untuk ‘menyalakan’ kembali aktifitas jual beli di Pasar Sawahlunto. Awal tahun ini, pembangunan los kanopi di kawasan blok C Pasar tersebut dan pengadaan meja untuk para pedagang kaki lima rampung dilaksanakan.
Walikota Sawahlunto, Deri Asta yang kembali turun langsung memantau kondisi terkini di Pasar Sawahlunto pada Sabtu, 11 Januari 2020 itu menyebutkan bahwa untuk pembangunan los kanopi tersebut masih akan dilanjutkan, demikian pula untuk pengadaan meja bagi pedagang turut akan ditambah pula. Disesuaikan dengan ketersediaan anggaran di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hal itu akan dilaksanakan secara bertahap.
“Kita kini memang fokus bagaimana jumlah pengunjung dan daya beli bisa meningkat, sebab itu ya kalau dari kami selaku pemerintah jalannya adalah dengan meningkatkan kualitas pasar ini, melalui penambahan fasilitas dan lainnya. Dari hasil evaluasi kita, memang untuk membuat orang ramai ke pasar ini, ya pasarnya harus bersih, fasilitas lengkap dan harga pun terjangkau. Maka kita perlahan mulai dari meningkatkan kebersihan dan fasilitasnya,” ujar Deri Asta.
Pembangunan los kanopi dan pengadaan meja bagi pedagang tersebut, dijelaskan Walikota Deri Asta bertujuan untuk membuat situasi pasar lebih tertata sehingga menciptakan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli. Karenanya, dengan adanya los kanopi itu nanti keberadaan terpal warna – warni yang selama ini cukup menganggu estetika di pasar tersebut dapat dihilangkan.
“Langkah lainnya untuk meramaikan kunjungan ke Pasar ini, maka kita melakukan pengembangan di lantai 3. Itu akan dikelola swasta, sudah ada investornya dan sudah tanda tangan MoU. Jadi mereka akan mengembangan di lantai 3 itu menjadi wahana permainan anak, kafe, ruangan meeting/pertemuan, fitness dan lain – lain. Sehingga nanti memperbanyak kunjungan ke Pasar ini, yang secara otomatis akan berdampak bagi seluruh pedagang,” kata Deri.
Langkah – langkah ini, ujar Walikota Deri Asta masih akan berkembang jika ada gagasan dan evaluasi baru. Sehingga kunjungannya ke Pasar yang juga bertepatan dengan hari pakan (hari puncak aktifitas pasar) itu juga dimanfaatkan Deri Asta untuk menyerap kembali aspirasi dari para pedagang.
Kembali berkunjungnya Walikota Deri Asta ke pasar itu disambut antuasias para pedagang. Bergantian mereka menyatakan aspirasinya dalam percakapan yang hangat sesekali diwarnai dengan canda tawa.
“Kita tadi memberikan ekspose kembali pada para pedagang tentang perkembangan terkini rencana pengembangan pasar ini. Juga ada banyak aspirasi yang disampaikan, kita sudah catat itu, nanti dikaji kembali mana yang patut untuk ditindaklanjuti. Kita juga menghimbau agar masyarakat yang berdagang dapat mendukung untuk menjaga kebersihan pasar. Pemerintah membantu dengan membangun, tolong pedagang juga membantu dengan menjaga dan membersihkannya. Bersama kita merawat pasar ini,” ajak Deri Asta.
Kepada jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) terkhusus UPTD Pasar, Walikota Deri Asta juga menghimbau agar selalu menjalin koordinasi dengan para pedagang untuk pengelolaan pasar tersebut. Deri menekankan agar jangan sampai karena malas berkomunikasi dengan pedagang nanti malah menimbulkan kesalahpahaman sehingga program tidak berjalan sementara pedagang juga tidak berjalan aktifitas jual – beli.
Sementara, tentang pengadaan meja kayu untuk para pedagang tersebut, dilaporkan oleh Kepala Disperindagkop Marwan, sudah diserahterimakan sebanyak 163 unit. Jumlah ini akan ditambah lagi karena pengadaan ini dilaksanakan dalam 2 tahap, yang diserahkan sekarang adalah untuk tahap 1.
“Meja ini sistemnya kita sewakan kepada pedagang tersebut. Dengan harga sesuai Peraturan Daerah (Perda), yaitu Rp 5.000,-/meja setiap hari pasar (hari pekan)”, kata Marwan. (Humas)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.